Galaksi Bimasakti

Galaksi yang menjadi tempat tinggal kita merupakan salah satu galaksi diantara miliaran galaksi yang ada di lautan alam semesta. Di indonesia khususnya, galaksi tempat tinggal tatasurya kita diberi nama sebagai galaksi bimasakti. Dijepang orang menyebutnya sebagai Ama No Gawa atau yang memiliki makna sungai surga. Lain hal nya Di hungaria, orang hungaria menyebut nya sebagai Hadak Útja yang memiliki makna jalan para pejuang. Dari semua nama yang ada disetiap belahan dunia nama galaksi kita secara internasional diberi nama sebagai Milky Way atau Jalur susu sebagai mana makna dari bahasa latin Via Lactea.

Galaksi bimasakti di foto dengan eksposur 30 detik. Kredit : Eko Hadi G, 2012.

Baca lebih lanjut

Benua Mikro Kuno Ditemukan di Bawah Laut India

benua baru, benua mikro, benuaSisa-sisa benua mikro, yang disebut ilmuwan sebagai Mauritia, kemungkinan bersembunyi di bawah sejumlah besar lava kuno di bawah Samudera Hindia, demikian hasil analisis baru di pulau berpasir di area tersebut.

Temuan ini mengisyaratkan bahwa gejala seperti benua mikro tersebut terjadi lebih sering daripada yang diperkirakan sebelumnya, kata para ilmuwan yang melakukan penelitian; rincian mengenai penelitiannya dimuat secara online pada 24 Februari di jurnal “Nature Geosience”.

Para peneliti menganalisis pasir dari pulau Mauritius di bagian barat Samudera Hindia. Mauritius adalah bagian rantai gunung berapi yang, anehnya, berada jauh dari tepi lempeng tektoniknya. Sebaliknya, kebanyakan gunung berapi ditemukan di lempengan tektonik yang membentuk permukaan bumi.

Baca lebih lanjut

Apa Warna Asli Matahari ?

Bila dilihat dengan mata telanjang, apakah warna matahari? Kuning dan jingga. Demikian mungkin jawaban mayoritas. Pada faktanya matahari memancarkan sinar nya dalam semua warna, namun karena kuning adalah panjang gelombang yang paling terang dari matahari, maka warna kuninglah yang terlihat mata telanjang.

Jadi, sebenarnya matahari penuh warna bila diamati sesuai panjang gelombangnya masing-masing. NASA memiliki instrumen yang telah dibuat khusus untuk mengamati matahari, baik yang ada di bumi maupun yang berada di luar angkasa dapat menangkap cahaya matahari dalam berbagai panjang gelombang yang berbeda.

Baca lebih lanjut

Hasil Pengamatan Asteroid 2012 DA14 Saat Melintas di Bumi, 16 Februari 2013

Sabtu 16 Februari 2013 pagi dini hari sebuah asteroid seukuran separuh lapangan bola melintas dekat dengan bumi kita. Tim Teleskop Virtual atau Virtual Telescope Project yang bermarkas di Italia berhasil mengabadikan Asteroid 2012 DA14 dengan menggunakan teleskop robotik Planewave 17″ yang secara otomatis dapat dikendalikan melalui komputer. Dalam pencitraan ini setidak nya 17 gambar telah diambil untuk kemudian dibuat menjadi sebuah timelapse dengan interval eksposur selama 3 detik.

Jika anda melihat video ini akan tampak titik putih berkelap-kelip ditengah gambar yang tak lain adalah Asteroid 2012 DA14 yang melintas sangat cepat. Saking cepat nya asteroid 2012 DA14 melintas di angkasa, mounting teleskop yang seharus nya bergerak untuk mengamati bintang-bintang, mau tidak mau harus disesuaikan dengan kecepatan dari asteroid yang melintas. Hal ini dilakukan agar dalam pencitraan asteroid 2012 DA14, teleskop berhasil mendapatkan citra asteroid dalam bentuk sebuah titik bukan sebuah garis. Alhasil bintang-bintang di sekeliling asteroid yang seharus nya berbentuk sebuah titik harus berwujud seperti garis putih yang memanjang sebagai akibat dari dipercepat nya kecepatan tracking teleskop. Dalam tayangan ini agar kualitas gambar tidak berkurang maka timelapse dibuat dengan format gambar bergerak atau GIF.

Baca lebih lanjut

Meteor Jatuh di Rusia 15 Februari 2013

15 Februari 2013 menjadi peristiwa yang cukup mengejutkan bagi para penduduk Chelyabinsk. Sebuah meteor yang cukup terang datang dengan secara tiba-tiba dan terpecah belah memfragmen hingga kemudian menciptakan dentuman keras yang dapat memecahkan kaca-kaca jendela. Jumlah korban yang tertaksir hingga saat ini telah mencapai lebih dari 1.000 orang akibat terkena pecahan kaca sebagai hasil dari gelombang kejut dari ledakan meteor saat di angkasa.

Berkenaan dengan hal itu, Ahli Asteroid NASA yaitu Don Yeomans menyatakan bahwa Meteor yang jatuh di rusia tidaklah terkait dengan asteroid 2012 DA14 yang akan mendekat dengan bumi pada 16 Februari 2013. Meteor yang meledak diatas langit Rusia ini dikenal dengan sebutan Bolide. Dalam astronomi bolide merupakan tingkatan meteor yang sangat terang serta dapat menimbulkan bunyi yang sangat keras.

Baca lebih lanjut

Sumatra, Daratan Terdekat ke Asteroid 2012 DA14

Sabtu 16 Februari 2013 mendatang sejak tengah malam hingga jelang Matahari terbit, sebongkah batu besar yang ukurannya sedikit lebih besar dari pesawat antariksa ulang-alik milik NASA yang sudah dipensiunkan bakal melintas cukup dekat dengan Bumi sehingga pada puncak pendekatannya hanya berjarak 27.700 km saja dari permukaan air laut rata-rata. Inilah kisah asteroid 2012 DA14, asteroid yang mencatatkan diri sebagai asteroid besar yang pernah melintas paling dekat terhadap Bumi sepanjang sejarah.

Gambar 1. Asteroid 2012 DA14 (dalam lingkaran kuning), diabadikan oleh teleskop reflektor Faulkes South (diameter 200 cm) pada 14 Februari 2013 pukul 18:06 WIB. Saat itu asteroid masih sangat redup, dengan tingkat terang (magnitudo semu) hanya +17. Sumber: Remanzacco Observatory, 2013.

Asteroid 2012 DA14 yang bakal mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi pada Sabtu dinihari 16 Februari 2013 pukul 02:26 WIB. Titik terdekat asteroid dengan Bumi terletak pada koordinat 4 LS 93,5 BT yang secara geografis berada di Samudera Hindia lepas pantai barat daya Sumatra. Dengan demikian daratan terdekat dengan asteroid ini adalah pulau Sumatra. Ini menjadikan pulau Sumatra pada khususnya dan kepulauan Indonesia pada umumnya sebagai tempat terbaik untuk guna menyaksikan peristiwa langka dan bersejarah ini. Secara umum asteroid akan terlihat melintas sebagai bintik cahaya yang bergerak cepat layaknya satelit buatan manusia di antara rasi-rasi bintang Octans, Chamaeleon, Carina, Centaurus, Hydra, Leo, Ursa Major dan Draco dari selatan ke utara dengan kecepatan gerak mendekati 1 derajat per menit.

Baca lebih lanjut