Hukum/Syarat Menulis Cerpen

Sebagai penikmat sastra dan kadang-kadang iseng menulis karya sastra pernah terlintas di benak saya bagaimana hukum menulis cerpen (apalagi novel)? Bukankah ada seperti unsur membohongi gitu? Menulis cerpen itu kan mengarang (insya’) dan mengarang itu kan mengada-ada, apa nggak “ngapusi“, membohongi? Kan tokoh-tokohnya, kejadiannya, latar belakangnya, tempat kejadiannya; bias jadi rekaan semua,walau diangkat dari kejadian sehari-hari dengan merubah pelakunya.

 Hal ini pernah merisaukan pikiran saya lumayan agak lama, sebelum saya mendiskusikannya dengan beberapa Guru-Guru Besar saya yang masing-masing memberikan jawaban berbeda sesuai dengan wijhah nadhor (sudut pandang) masing-masing, meski inti jawaban adalah sama.

Cerpen, cerita pendek, cerita, sastra Continue reading

Fenomena Langit Angkasa “Spektakuler” di Tahun 2013

Tahun 2012 telah berakhir, beberapa orang mungkin bertanya-tanya apa yang akan muncul di langit pada 2013. Fenomena apa yang mungkin kita bisa saksikan di langit?

Saya telah memilih 13 “pemandangan langit” terbaik pada 2013 versi saya, meski tidak semuanya akan terlihat di setiap wilayah (Anda mungkin harus melakukan perjalanan untuk melihat semua gerhana).

Foto David Kingham/DavidKinghamPhotography Continue reading

Pendelegasian yang Efektif

Dua orang manajer, yang satu terlihat begitu rajin, tumpukan dokumen in-and-out berserakan di mejanya. Ia datang paling pagi, pulang paling malam, belum lagi membawa setumpuk dokumen pekerjaan ke rumahnya.

Tiba di rumah hanya mengambil waktu sebentar untuk mandi, makan dan bicara dengan istri dan anak, kemudian tenggelam lagi dengan pekerjaan yang harus ia selesaikan karena esok hari diperlukan untuk bahan rapat dengan atasan. Rapat sering membuatnya panik karena tidak siap dengan materi yang harus dipersiapkannya.

Sudah tiga tahun lebih ia tidak sempat mengambil cuti karena begitu sibuknya. Manajer yang satu lagi, terlihat begitu santai, hanya beberapa tumpukan tipis di mejanya, memang sepertinya banyak berbicara dengan anak buah bergantian, ketika waktu rapat tiba dengan santainya ia masuk ruang rapat.

Sore hari tidak terlihat membawa setumpukan dokumen seperti rekannya yang tadi. Tiba di rumah, mandi, makan dan sempat bercengkerama dan bersenda-gurau dengan istri dan anaknya. Tiap tahun ia mengambil cuti untuk menikmati liburan bersama keluarga. Mereka sama-sama sarjana, lulusan universitas terkemuka.

Di atas adalah gambaran atau contoh ekstrem dari dua orang manajer. Yang pertama bukan seorang manajer yang efektif, sekalipun ia rajin, serius–jarang tertawa, sedangkan yang kedua manajer yang efektif sekalipun terlihat kurang rajin bahkan cenderung santai–banyak tertawa, lebih ceria.

Anda sudah dapat menebaknya apa yang membedakan keduanya. Delegasi! Manajer yang pertama tidak bisa menjalankan atau melakukan delegasi, sedangkan yang kedua melakukan delegasi dengan baik.

Seorang manajer yang efektif adalah seorang yang melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan efektif, sesuai dengan kurun waktu yang diberikan kepadanya, melalui orang lain yang menjadi bawahan atau anak buahnya. Semua pekerjaan selesai pada waktunya, tanpa ia sendiri harus mengerjakannya.

Seorang manajer yang pandai mendelegasikan akan menikmati keuntungan bagi dirinya sendiri. Pertama, mencapai atau memperoleh lebih banyak hasil, ketimbang dengan mengerjakannya sendiri. Kedua, mempunyai lebih banyak waktu untuk memikirkan hal-hal yang bersifat strategis, berdampak luas dan berjangka panjang. Ketiga, karena dua alasan yang disebutkan, ia akan mempunyai kesempatan lebih besar untuk memperoleh promosi.

Delegasi akan bermanfaat bukan saja terhadap dirinya, namun juga terhadap bawahan yang dipimpinnya akan memperoleh manfaat, antara lain memberikan mereka kesempatan untuk mengambil bagian, meningkatkan keterampilan dan kerja sama dengan manajer, juga memperoleh kesempatan untuk naik jabatan.

Dan akhirnya, tentu organisasi atau perusahaan akan memperoleh keuntungan seperti meningkatnya atau tingginya output, dalam waktu yang lebih singkat dan ruang lingkup yang lebih luas. Banyak manajer yang enggan, tidak mau melakukan delegasi, bukan karena tidak bisa, namun karena alasan-alasan yang bersifat pribadi.

Yang paling umum antara lain merasa terancam jika ia mendelegasikan pekerjaan maka akan terlihat oleh atasan, tanpa keberadaan dirinya pun pekerjaan berjalan lancar; karena merasa bahwa anak buahnya tidak siap, tidak dapat menangani pekerjaan yang akan didelegasikan.

Lalu bagaimana sebaiknya? Robert B Nelson, dari Blanchard Training and Development, dalam bukunya, Delegation (Scott,Foresman and Company), mengatakan bahwa untuk dapat melakukan delegasi dengan baik dan efektif, ada empat tahap yang perlu diperhatikan:

Pertama, persiapan. Manajer harus menyediakan waktu untuk terlebih dahulu membuat persiapan sebelum mendelegasikan. Ada pekerjaan-pekerjaan biasanya yang bersifat rutin dan tidak bersifat strategis yang tidak perlu ia sendiri yang melakukannya, itulah pekerjaan yang paling tepat untuk didelegasikan.

Kedua,proses delegasi.Setelah persiapan matang, maka manajer harus berbicara dengan jelas dengan setiap anggota tim atau masing-masing bawahan seperti soal maksud dan sasaran yang harus dicapai, apa saja yang harus dicapai dalam kurun waktu yang ditetapkan, ukuran atau standardisasi yang bersifat kuantitatif, disertai wewenang yang mengiringi pendelegasian pekerjaan yang bersangkutan.

Ketiga, monitoring (pemantauan) dan mentoring (bimbingan pribadi). Ada ungkapan “trust is good, but control is better.” Manajer harus memberikan kepercayaan terhadap bawahan, akan tetapi bukan berarti kepercayaan tanpa reserve yang membabi buta. Apabila ada penyimpangan atau kekurangan dapat segera dilakukan koreksi atau perbaikan.

Keempat, evaluasi. Semakin banyak jumlah anak buah, semakin diperlukan evaluasi atas semua pekerjaan yang dialokasikan dan didelegasikan terhadap masing-masing bawahan. Proses evaluasi akan juga memperlihatkan bawahan yang mana yang sangat berpotensi dan kelak bisa menggantikan diri sang manajer.

Ingat delegasi yang dilakukan efektif memberikan manfaat kepada manajer yang bersangkutan, kepada bawahan dan perusahaan atau organisasi. Delegation is the art of doing and accomplished tasks through others.

*) Disarikan dari artikel Eliezer H. Hardjo PH.D. CM, Anggota Dewan Juri ReBi & Institute of Certified Professional Managers di Koran Sindo

Sejarah Indonesia “on karikatur”

Sejarah Indonesia dari kerajaan Sriwijaya sampai Proklamasi. Yang unik dari video sejarah ini adalah, pengemasan cerita yang dibuat sebagai gambar karikatur yang digambar langsung oleh Pandu seorang ilustrator dan ditambahkan narasi untuk menjelaskan gambar tersebut.

Dimulai dari kerajaan Sriwijaya, kerajaan Majapahit, Gajah Mada, Sumpah Palapa, Laksamana Cheng Ho, Masuknya Portugis ke Indonesia, Masuknya Belanda ke Indonesia, V.O.C, Masuknya Inggris ke Indonesia, Pangeran Diponegoro, Boedi Oetomo, Sarekat Dagang Islam, Indische Partij, Muhammadiyah, PNI, Sumpah Pemuda, Masuknya Jepang ke Indonesia, Rengasdengklok, sampai pada hari terpenting bagi rakyat Indonesia, PROKLAMASI.

Video singkat tentang sejarah Indonesia yang menarik untuk dilihat dan tidak membosankan namun menambah ilmu tentang sejarah bangsa kita dengan lengkap.

Tentang EDUanimate

Dunia akan menjadi lebih cerdas dengan membangun dan saling berbagi berbagai pemikiran bersama-sama. Kolaborasi secara Internasional dapat ditingkatkan dan menjadi sesuatu yang tidak mustahil untuk dilakukan. Melalui internet, dunia berubah melalui ide-ide yang datang tiap detiknya

Edu animate adalah jenis pendidikan baru—pendidikan jenis ini dapat Anda lakukan sendiri dengan cara melihat dan mendengarkan. Media pendidikan telah menemukan tanah yang subur di dunia internet dan media pendidikan ini pengaruhnya berkembang dengan cepat. Pendidikan tak lagi terikat pada segelintir “penjaga.” Saat ini, informasi dengan bebas dapat menemukan jalan sehingga dapat menjangkau bagian-bagian yang paling terpencil pun di planet ini.

Di EDU animate, memiliki tujuan untuk menyediakan sumber pembelajaran serta bisa didapat dengan cara GRATIS. Berharap video-video ini dapat tumbuh karya yang dapat membantu berbagi pemikiran serta dapat menyediakan sumber pembelajaran yang gratis dan mudah untuk dipahami, serta dapat menciptakan percikan-percikan perbincangan di seluruh dunia.

http://www.eduanimate.com/

Aksara Dan Bahasa Script Asli Budaya Indonesia Yang “Mirip” Bahasa UFO ( Alien )

Ini Bukan Bahasa UFO Mahluk asing atau alien, tapi inilah bahasa ( script ) asli bahasa suku suku yang ada di indonesia, Coba kalian bayangkkan dan lihat bahasa aksaranya, nenek moyang indonesia sudah punya bahasa scipts aksara yang menunjukan bahwa nenek moyang orang indonesia mempunyai ilmu pengetahuan tinggi. 

1.  Aksara Abugida  ( Sumatera Utara )
    

bahasa kuno

 

bahasa batak

 

     2.  Aksara Minang  ( Sumatera Barat )
      

 
 

3.  Aksara Incung  ( Kerinci, Jambi )
        

     4.  Aksara Ulu  ( Sumatera Selatan )
          Ulu Script  ( South Sumatera )

 
 

5.  Aksara Rencong  ( Bengkulu )
          Rencong Script  ( Bengkulu )

     6.  Aksara Kaganga  ( Lampung )
          Kaganga Script  ( Lampung )

 
 

7.  Aksara Ngalagena  ( Sunda, Jawa barat )
          Ngalagena Script  ( Sunda, West Java )

     8.  Aksara Hanacaraka  ( Jawa tengah, Jawa timur, Jogjakarta )
          Hanacaraka Script  ( Central Java, East Java, Jogjakarta )

     9.  Aksara Bali  ( Bali, Lombok )
          Bali Script  ( Bali, Lombok )

10.  Aksara Lontara  ( Sulawesi Selatan )
            Lontara Script  ( South Sulawesi )

Jadi bangsa ini bangsa yang kaya, bangsa yang cerdas, bangsa yang besar kita harus bangga dengan negeri ini.

Sumber

Polusi Karbon Naik Menjadi 1,1 Juta Kilogram per Detik

Jumlah polusi pemerangkap panas yang dikeluarkan oleh dunia naik lagi tahun lalu, sebesar 3 persen. Kini para ilmuwan mengatakan bahwa sangat tak mungkin pemanasan global bisa dibatasi hanya beberapa derajat saja, sebuah tujuan internasional.

Associated Press/Osama Faisal

Kenaikan signifikan tersebut terutama berasal dari Cina, polutan karbon dioksida terbesar dunia. Dari 10 negara polutan terbesar dunia, Amerika Serikat dan Jerman adalah dua negara yang berhasil mengurangi emisi karbon dioksida mereka.

Tahun lalu, gabungan polusi dari semua negara di dunia berjumlah 38,2 miliar ton yang berasal dari penggunaan bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi, menurut penghitungan internasional terbaru akan emisi global yang diterbitkan Minggu di jurnal Nature Climate Change. Artinya ada kenaikan 1 miliar ton karbon dioksida dari tahun sebelumnya. Setiap detik, ada 1,1 juta kilogram karbon dioksida yang dilepaskan ke udara.

Karena emisi yang menjadi penyebab gas rumah kaca naik terus tiap tahun, dan sebagian besar karbon bertahan di udara selama seabad, maka tak mungkin untuk membatasi kenaikan rata-rata suhu Bumi sebesar 2 derajat Celsius, menurut peneliti utama laporan tersebut, Glen Peters di Center for International Climate and Environmental Research di Oslo, Norwegia.

Tiga tahun lalu, hampir 200 bangsa menentukan batas kenaikan suhu rata-rata Bumi sebesar 2 derajat Celsius melalui kesepakatan tak mengikat. Para negosiator kini sedang berkumpul dalam konferensi di Doha, Qatar, dan mencoba menemukan cara untuk mencapai target tersebut.

Satu-satunya cara, menurut Peters, adalah dengan mulai mengurangi emisi dunia sekarang dan “mengerahkan segala yang kita punya untuk menyelesaikan masalah ini.”

Andrew Weaver, seorang pakar iklim di University of Victoria di Kanada yang tidak tergabung dalam penelitian ini, mengatakan, “Kita semakin tak bisa mengendalikan masalah pemanasan global ini.”

Pada 1997, sebagian besar negara-negara di dunia menyepakati sebuah trakta internasional yang dikenal dengan nama Protokol Kyoto, yang mewajibkan negara-negara berkembang seperti Amerika Serikat untuk mengurangi gas rumah kaca mereka sebesar 5 persen jika dibandingkan dengan rata-rata emisi gas pada 1990. Namun negara-negara berkembang seperti Cina dan India tak dibatasi soal emisi karbon dioksidanya. Namun Amerika Serikat tak pernah meratifikasi trakta tersebut.

Angka polusi terbaru yang dihitung oleh Global Carbon Project, upaya gabungan dari Kementerian Energi serta Norwegian Research Council, menunjukkan bahwa kadar karbon dioksida dunia naik 54 persen lebih tinggi dari standar 1990.

Inilah 10 negara polutan terbesar pada 2011:
1. Cina, naik 10 persen menjadi 10 miliar ton.
2. Amerika Serikat, turun 2 persen menjadi 5,9 miliar ton.
3. India, naik 7 persen menjadi 2,5 miliar ton.
4. Russia, naik 3 persen menjadi 1,8 miliar ton.
5. Jepang, naik 0,4 persen menjadi 1,3 miliar ton.
6. Jerman, turun 4 persen menjadi 0,8 miliar ton.
7. Iran, naik 2 persen menjadi 0,7 miliar ton.
8. Korea Selatan, naik 4 persen menjadi 0,6 miliar ton.
9. Kanada, naik 2 persen menjadi 0,6 miliar ton.
10. Afrika Selatan, naik 2 persen menjadi 0,6 miliar ton.

Sumber

Beasiswa : International Doctoral Scholarships in Engineering, Kochi University of Technology, Japan

Deadline 18 Maret 2013

The Special Scholarship Program (SSP) was established in 2003 in order to support the advanced research of the university by enlisting the help of highly capable students especially students from foreign countries. Every year in April and October, the university enrolls selected doctoral students for specific research projects. The students pursue the doctoral course in English (excl. Japanese students) while at the same time assisting their host professor as a research assistant (RA). Through this program KUT wishes to expand and deepen international ties with academic and educational institutions all over the world.

PROGRAM OF STUDY
Doctoral Program (3 years)
Department of EngineeringGraduate School of Engineering

NUMBER OF STUDENTS TO BE ADMITTED To be decided
ENROLLMENT TIME April/October

SCHOLARSHIP TERM One year
*The term will be extended for increments of one year up to a total of three years, unless the university terminates the SSP student status for any of the reasons stated in paragraph 12 below, Termination of SSP Student Status.

OBLIGATIONS

  1. The SSP student must work as a research assistant in a specific research project. However, the total paid working hour per week for students with “Student” status of Japanese redidence, should not exceed 28 hours per week.
  2. The SSP student must report his/her study and research achievements to the dean of the Graduate School of Engineering at the end of each semester. The submitted reports will be evaluated.

BENEFITS

  1. International applicants are exempted from 300,000 yen of enrollment fee.
  2. Tuition of 535,800 yen (per year) will be exempted.
  3. 240,000 yen per year as a SSP Scholarship upon application.
  4. Up to 960,000 yen per year for working as a research assistant.
  5. 200,000 yen for travel and initial living costs. (given only to foreign students who are living outside Japan, and who have, or have the intention to acquire, “Student” status of Japanese residence at the time of entry into Japan)

ELIGIBILITY Applicants are required to meet all of the following conditions

  1. To have nationality other than Japanese.
  2. To have or have the intention to acquire the “Student” status of Japanese residence, at the time of entrance, in accordance with the Immigration Control and Refugee Recognition Act in Japan.
  3. To have or to be expected to acquire a master’s degree before enrollment.
  4. To have excellent academic records in both bachelor’s and master’s degrees.
  5. To be 35 years old or under at the time of enrollment.
  6. To have the intention, adequate knowledge and research skill to work as a research assistant in one of the research projects.
  7. To have high English proficiency.

APPLICATION PROCESS

  1. Choose a research project from the SSP Research Project List.
  2. Complete and submit all required documents.

ADMISSION DECISION
The submitted documents will be carefully examined in the course of the first screening. Only applicants who are successful in that screening will then be examined in such forms as an interview, an English written exam, an academic achievement written exam in the specialized field required for the conduct of the selected research project, etc. The interview and other formalities will be held at a place that will be appointed separately (hopefully in your home country).

SPECIAL NOTICE

  1. If you are still working towards your master’s degree, a verified original master’s degree certificate in English or Japanese from your university will be required before your enrollment can be completed. If you are not able to produce such a document, you will not be enrolled.
  2. In any case where a SSP Student is selected as a recipient of another institution’s scholarship, the scholarship as described in 6-will be canceled, and his/her monthly pay for working as a research assistant will be adjusted.
  3. KUT will provide appropriate single accommodation for successful applicants whose resident status in Japan is “Student.” If you desire to bring your family members and live with them in Japan, you must initiate your own apartment rental.
  4. To complete the doctoral program as a SSP Student, you need to meet all of the following conditions.
    1. 3 year’s enrollment in the school
    2. 10 or more credits
    3. successful completion of the doctoral thesis defense
    4. publication of two or more high level reviewed papers

TERMINATION OF SSP STUDENT STATUS
SSP student status will be terminated in the following cases

  1. In the case where a student’s report, submitted in accordance with term 5-(2), is assessed as being below the standard for SSP students.
  2. In the case of behavior which is deemed inappropriate for a SSP student.

OFFICIAL CORRESPONDENCE
All inquiries and application documents must be addressed to:
International Relations Division
Kochi University of Technology
Tosayamada, Kami City
Kochi 782-8502, JAPAN
Tel: +81-887-53-1130
Fax: +81-887-57-2000

For more information, please visit official website: www.kochi-tech.ac.jp

Beasiswa : MSc Scholarships, International Space University, France

Deadline 15 Maret 2013

The International Space University is provided funding from industry and government agencies to help support MSc students who are unable to cover all of their tuition fees. This aid is available to selected applicants, and covers a portion of their fees. It is paid directly to ISU by the sponsoring organization.

This financial aid is available for:

  • applicants from Europe (the countries listed below have priority*)
  • applicants from the United States and Canada
  • applicants from developing countries
  • applicants from other countries (within the limits of funds available)

(*Austria, Belgium, Bulgaria, Croatia, Cyprus, Czech Republic, Denmark, Estonia, Finland, France, Germany, Greece, Hungary, Ireland, Italy, Latvia, LithuaniaLuxembourg, Malta,Netherlands, Norway, Poland, Portugal, Romania, Slovak Republic, Slovenia, Spain, Sweden, Switzerland, Turkey, United Kingdom)

Financial aid is granted on the basis of:

  • academic and professional merit
  • demonstrated efforts in personal fund-raising
  • demonstrated financial need

Applicants for the MSc programs 2013-2014 should apply online on the ISU website before15 March 2013 if they want to be considered for scholarship support, and before 30 June 2013 if they are not in need of financial aid. Financial aid will be awarded within the limits of funds available, so early applications are highly recommended. Please note that the relevant box on the Confidential Financial Information form of the application must be checked. It is recommended that candidates make a personal effort to raise funds enabling them to attend the program. Such initiatives are taken into consideration when ISU allocates funding.

When submitting your application to ISU, please don’t forget to attach your resume. Your resume may be given by ISU Staff Members to sponsors. However, ISU will not give its sponsors contact information, but will try its best to match applicant’s profiles to sponsor requirements.

The ISU Funding Committee, which includes both faculty and Sponsors, awards funding to applicants whose career goals appear to stand to gain substantial benefit from the ISU MSc programs. Funding is given for help towards tuition fees only. ISU does not assist with living or travel expenses.

For more information, please visit official website: www.isunet.edu