“Penelitian Manusia di Planet Mars”

Era baru pengenalan manusia akan planet di tata surya telah dimulai. Sebuah Robot canggih buatan NASA telah berhasil mendarat dengan selamat di planet Mars. Robot yang diberi nama ‘Curiosity’ ini dikirim untuk menyelidiki tanda tanda kehidupan di planet yang dikenal dengan warna merahnya tersebut.

Curiosity diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, 26 November 2011 silam dengan roket Atlas V 541. Artinya, estimasi perjalanan Curiosity hingga tiba di Mars ditempuh dalam kurun waktu 8,5 bulan. Curiosity mendarat pukul 01.31 EDT atau 12.31 WIB. Kalau di Mars kira-kira sekitar jam 3 sore.

Setibanya disana, robot beroda yang membawa seperangkat peralatan canggih ini langsung mengirimkan foto pertamanya. Curiosity tercatat telah mengirim sejumlah foto, di antaranya adalah foto bayangan dirinya di permukaan Mars dan foto lain memperlihatkan sebuah roda yang merupakan bagian dari Curiosity. Meskipun kedua buah foto tersebut belum terlalu jelas, namun ini sudah merupakan awal dari rekam jejak teknologi bumi dalam menyelidiki kemungkinan adanya kehidupan di Planet Mars.

Perjuangan Curiosity untuk menjejakkan rodanya di permukaan Mars tidaklah mudah. Sebelumnya, robot ini harus melalui proses pendaratan yang disebut dengan “Teror Tujuh Menit” yakni proses memasuki, menuruni, dan mendarat di permukaan yang dimulai saat wahana antariksa mulai memasuki atmosfer Mars.

Proses pendaratan Curiosity di Mars

Proses Teror Tujuh Menit:

– Saat masuk atmosfer Mars, wahana pembawa Curiosity memperlambat kecepatan hingga berada di ketinggian kurang lebih 11 kilometer dari permukaan planet Mars.

– Hingga ketinggian 1,6 kilometer, parasut supersonik dikembangkan. Saat di ketinggian 1,6 kilometer inilah retrorocket yang berisi Curiosity diluncurkan (untuk memandu robot Curiosity).

– Curiosity diturunkan dengan tali nilon menggunakan teknik derek angkasa. Tali nilon pun dilepas saat Curiosity mendarat di permukaan Mars dan retrorocket pun menjauh.

Foto Bayangan robot Curiosity

Misi utama Curiosity adalah mempelajari sebentuk Kawah yang berada di dekat ekuator Mars. Kawah selebar 57,6 yang memiliki 3 gunung serta berbentuk seperti gundukan lebar ini diberi nama ‘Gale’ dan disinyalir memiliki tanda-tanda kehidupan yang pernah ada di Mars.

Curiosity diharapkan untuk melakukan pendakian ke puncak kawah Gale dan menganalisa unsur-unsur di kawah tersebut yang menunjukkan adanya bukti peradaban atau kehidupan. Selain itu, misi juga bertujuan mengetahui lingkungan yang mendukung kehidupan Mars pada masa lalu dan saat ini. Misi ini dijadwalkan berdurasi 98 minggu Bumi atau satu tahun di Mars.

Foto Roda Curiosity di Mars

Untuk mendukung misinya, Curiosity dilengkapi seperangkat alat canggih, di antaranya kamera beresolusi 2 MP yang terletak di bagian mata robot seberat 900 kg tersebut. Kamera tersebut dapat memproyeksikan gambar maupun merekam video dengan durasi tertentu. Alat alat lainnya berupa sejumlah alat untuk menganalisa karbon, bebatuan, cuaca, dan lainnya. Rata-rata peralatan yang dibawa Curiosity berbasis LASER.

Misi ini tentu akan menjadi salah satu tonggak penting dalam permulaan masa eksplorasi ruang angkasa oleh manusia. Mari kita ikuti bersama sepak terbang Curiosity di permukaan Mars. Bukti kehidupan apapun yang ditemukannya dapat menjadi satu penemuan bersejarah dan membuka cakrawala baru tentang teori keberadaan mahluk Ekstra Terrestrial.

Bagaimana kelanjutan misi Curiosity? Anda bisa mengikutinya melalui akun twitter resmi NASA terhadap misi ini di @MarsCuriosity.

Info Berbagai Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s