‘Flare’ Matahari Bunuh Manusia pada 2012?

http://image.tempointeraktif.com/?id=74071&width=475Meningkatnya aktivitas matahari sejak beberapa bulan terakhir bisa mengancam keselamatan penduduk Bumi. Tapi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menegaskan peningkatan denyut matahari tak akan menghancurkan manusia pada 2012 mendatang.

Ancaman terbesar datang dari letupan material berenergi tinggi di permukaan matahari atau disebut flare. Sekali terpancar, flare sanggup mengeluarkan energi hingga enam kali energi yang dilepaskan seluruh permukaan matahari dalam satu detik. Material yang dipancarkan–umumnya berupa elektron, ion, dan atom–bergerak sebagai rombongan besar yang mendekati Bumi, 1-2 hari setelah meledak.

“Energi ini tetap tidak cukup untuk menciptakan bola api pembunuh untuk penduduk planet yang terletak 150 juta kilometer dari matahari,” ujar ahli antariksa NASA, Karen C. Fox.

Perlindungan dari awan energi tinggi dari matahari diberikan oleh lapisan atmosfer Bumi. Setiap partikel yang hendak menuju permukaan Bumi akan dihadang oleh gas-gas yang beterbangan di lapisan tinggi tanpa sempat menyentuh permukaan Bumi.

Puncak aktivitas matahari sendiri tak akan terjadi pada akhir tahun 2012 sebagaimana disebut-sebut selama ini. Penelitian terbaru menunjukkan gejolak matahari akan berpuncak pada akhir tahun 2013 atau awal tahun 2014.

Meski demikian, ledakan dari permukaan matahari tetap mengancam penduduk Bumi dalam bentuk lain. Saluran komunikasi bisa terganggu jika awan materi berenergi tinggi ini menghantam lapisan atmosfer bagian atas. Pun ketika partikel ini menghantam satelit yang berada di orbit, bisa menyebabkan kerusakan elektronik permanen atau mendorong satelit melenceng dari lintasan yang diharapkan.

Saat ini, tambah Fox, teknologi yang dikembangkan manusia sangat bergantung pada jaringan satelit. Kendaraan pribadi maupun umum, misalnya, menggantungkan rencana perjalanan dari informasi posisi yang didapatkan dari satelit GPS. Begitu pula dengan akurasi jam dalam transaksi keuangan pemerintah maupun swasta yang berpotensi terganggu oleh rusaknya satelit GPS.

Flare juga berpotensi melumpuhkan jaringan listrik sebagaimana terjadi pada tahun 1989 ketika badai geomagnetik oleh flare berenergi tinggi sampai ke Bumi. Ketika itu, penduduk Kanada terpaksa menyalakan lilin untuk alat penerangan sebagai pengganti lampu. Setelah beberapa saat, pemerintah bisa mengendalikan situasi dan jaringan listrik kembali pulih.

Sumber : http://www.tempo.co

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s