Uji Adrenalin di Pantai Timang Gunungkidul

Dari Pantai Siung saya melanjutkan perjalanan ke Pantai Timang, kurang lebih 10 km ke arah barat dari Pantai Siung. Pantai Timang ini juga sangat eksotik, selain ombaknya yang besar, lokasi pantainya agak menjorok ke lautan sehingga untuk mengatamati sunset akan sangat bagus sekali. Di kanan kiri Pantai Timang juga indah pemandangannya. Yang paling menarik dari Pantai Timang adalah pulau kecil yang berada tidak jauh dari tebing pantai. Pulau kecil ini menjadi sarang burung walet. Masyarakat sekitar membangun suatu lintasan tali plastik yang biasa dipakai buat jemuran baju, tetapi bedanya ini talinya besar (bukan karmantel/sling/wire) yang menghubungkan Pantai Timang dengan Pulau Timang yang kecil tersebut. Dengar-dengar, karena cukup ekstrim, pantai timang ini pernah dijadikan suting acara petualangan di televisi swasta dan pernah masuk acara TVRI.Melewati lintasan tali ini pastilah sangat memacu adrenalin mengingat tidak ada safety sama sekali. Tidak ada life vest, tidak ada tali backup, tidak ada saveguard, tidak ada tim SAR khusus, jauh dari pelayanan medik, tidak pake belayer-belayer segala. Untuk sampai ke Pulau Timang ini kita akan naik semacam kursi dari kayu dan di kerek kayak kita menimba air. Kalau talinya putus kita langsung terhempas ke karang dan ombak besar di bawah. Scrool yang dipakai pun cukup membuat miris karena dibuat dari kayu. Sewaktu saya berkunjung ke pantai timang ini, pantai ini benar-benar sepi. Hanya kami berdua yang menjadi pengunjung. Pengunjung lain tidak ada. Saya hanya menjumpai seorang pencari udang di pantai ini. Saya cukup berpuas diri dengan memandangi pulau timang, karena tidak mungkin menyeberang ke pulau tersebut karena tidak ada petugas. Jalan menuju pantai ini juga tidak bagus. Sepanjang 5 km harus melewati medan off road yang naik turun. Mengingatkan akan jalan menuju Cikaniki dari Kabandungan Gunung Halimun, bedanya, jalan menuju Cikaniki tersusun dari batuan kali, sedangkan jalan menuju Pantai Siung tersusun dari batuan karang yang tajam-tajam. Parahnya. Dua kilometer terakhir menjelang pantai berupa batuan karang yang mudah lepas dengan turunan tajam.
 
  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s