Bendungan Bawah Tanah Bribin

Mendengar kata “Gunungkidul” maka yang terlintas di benak adalah kawasan pegunungan yang kering kerontang. Tiap musim kemarau, kawasan ini bakal diserang kekeringan panjang. Warga terpaksa berjalan beberapa kilometer untuk mendapatkan air bersih. Namun tak lama lagi gambaran dan kondisi itu perlahan-lahan pupus.

Gagasan untuk membangun PLTA Bribin II berawal dalam suatu seminar yang dihadiri para alumni Jerman di Yogyakarta, Februari 2000.

“Ketika itu pak As Natio, sebagai Kepala Pusat Pengembangan Sistem Reaktor Maju di Badan Tenaga Atom Nasional (Batan), bertemu dengan Prof. Franz Nestmann dari Universitas Karlsruhe-Jerman. Ia adalah ahli di bidang hidrologi dan teknik sipil. Apakah Universitas Karlsruhe dapat memenuhi kebutuhan air minum juga kebutuhan air untuk pertanian di daerah Gunungkidul. Kawasan itu memang sulit air, tapi di dalam perutnya terdapat banyak potensi air sungai bawah tanah. Potensi ini diketahui dengan adanya beberapa aliran dari pegunungan kapur selatan tersebut ke arah pantai selatan,sampai utara “. Pembangunan proyek diawali dengan pencarian lokasi ”bendungan” yang tepat di bawah tanah.  Dari survey tahun 1980 an, diketahui adanya pola aliran sungai bawah tanah dengan potensi yang cukup besar.

Pada kurun waktu 1992-1996, telah dibangun sistem penyediaan air baku perdesaan Bribin dengan pemompaan yang menyuplai air minum bagi 7.500 jiwa di wilayah selatan Kabupaten Gunungkidul.

Akan tetapi, sistem penyediaan air baku perdesaan yang sudah terbangun tersebut, menggunakan sistem pemompaan sampai beberapa tingkat, sehingga menyebabkan biaya produksi air minum perdesaan menjadi sangat mahal.

Terkait hal tersebut, diperlukan upaya pembuatan bendungan sungai bawah tanah Bribin dengan sistem mikro hidro yang dapat memompa air dengan tenaga aliran air itu sendiri agar biaya produksi air minum menjadi lebih murah. Lokasi bangunan ini ada di Dusun Sindon, Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul.https://i1.wp.com/pustaka.pu.go.id/uploads/file_foto/bribin2.jpg

Program ini terjalin atas kerjasama dari :

Pemprov DIY, Universitas Karlsruhe, Batan dan perwakilan Mentri Riset dan Teknologi ( menristek ) Jerman,serta Departemen Pekerjaan Umum, termasuk sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung.

Sistem bendungan bawah tanah pertama di dunia ini dapat dioperasikan secara terus-menerus selama 24 jam tanpa biaya energi. Pengangkatan air dari aliran sungai bawah tanah menggunakan sistem mikrohidro. Proyek Bribin II mampu meningkatkan pasokan air bagi jalur perpipaan Proyek Bribin I yang telah dibangun 1984.

Penyelesaian Proyek Bribin II sempat terkendala karena kebocoran pada sambungan pipa dan sebagian bendungan air bawah tanah karena tingginya tekanan air yang mencapai 20 bar. Tekanan tinggi ini memang diperlukan untuk menaikkan air setinggi hampir 200 meter dari permukaan air sungai bawah tanah menuju bak penampung utama.

Kebocoran sambungan pipa ini sempat menyebabkan air dari sungai bawah tanah tidak bisa terpompa ke bak penampung air utama. “Setelah dievaluasi ternyata ada kesalahan dalam pemasangan sambungan pipa sehingga robek dan bocor,” ujar Solichin. Ada sejumlah teknologi baru yang ditawarkan, yakni dengan memanfaatkan gaya gravitasi bumi.

Air sungai pada hakikatnya akan mengalir ke tempat yang lebih rendah. Sungai bawah tanah yang ada pada ujung bawah Gua Bribin mempunyai lebar tidak kurang dari 7 meter.nantinya, dengan memanfaatkan gravitasi bumi,air yang ada akan menuju ke sebuah turbin di bendungan tersebut,turbin listrik menghasilkan listrik lebih dari 240 kVA yang akan di sambungkan ke sebuah pompa,yang memompa air ke atas permukaan.Dengan demikian, diperhitungkan tidak kurang dari 200 liter air per detik dapat dihasilkan tanpa harus terbebani ongkos energinya.

Sumber : http://www.skyscrapercity.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s