Teliti arah kiblat, dua siswa Gunungkidul maju ke olimpiade siswa nasional

Dua siswa SMA Negeri 1 Karangmojo berhasil lolos mewakili DIY ke tingkat nasional dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2011. Ridwan Budiyanto dan Rahmad Wijayanto keduanya kelas XII IPA 1 SMA N 1 Karangmojo lolos dengan penelitian mereka tentang penentuan arah kiblat.

Ridwan Budiyanto menjelaskan, dalam OPSI yang akan digelar di Jakarta pada 8 hingga 14 Oktober mendatang, timnya akan mempresentasikan penelitian tersebut. Menurut dia, penelitian berjudul ‘Matahari Sebagai Acuan Menentukan Arah Kiblat Dengan Menggunakan Formula Segitiga Bola’ tersebut, dilakukan di sejumlah tempat di Gunungkidul sejak Desember 2010 lalu. “Titik penelitian antara lain di Taman Kota Wonosari serta masjid sekolah,” ujarnya kepada Harian Jogja, Minggu (18/9).

Latar belakang penelitian itu, ungkap Ridwan, berawal ketika dirinya bersama rekan sekelasnya Rahmad kerap mendapati persoalan arah kiblat di sejumlah masjid. Tak jarang arah kiblat harus digeser karena tidak sesuai dengan posisi bangunan masjid. Menurut Ridwan, perubahan arah kiblat tersebut wajar karena posisi bumi yang selalu berubah dengan perputarannya.

Ia menjelaskan, penelitian yang ia lakukan dengan Rahmad menggunakan cara manual dan alat sederhana seperti spidol, tongkat dan lainya hingga menghasilkan sebuah karya tulis.

“Sebenarnya saat ini kami membutuhkan GPS [Global Positioning System] untuk membuktikan penelitian kami. Kendalanya ya memang karena kami tidak memiliki GPS itu,” terang Ridwan.

Rahmad Wijayanto menambahkan, penelitian tersebut diharapkan dapat diterapkan oleh masyarakat pedesaan terutama di Gunungkidul dalam menentukan arah kiblat tanpa harus melalui perdebatan panjang. Pasalnya sejumlah alat untuk menentukan arah kiblat harganya mahal sehingga tak terjangkau oleh masyarakat kecil.

Keduanya mengaku akan berusaha semaksimal mungkin dalam mempresentasikan karya di hadapan juri nasional dalam OPSI 2011 sehingga mampu berkontribusi pada khazanah keilmuan di lingkup Gunungkidul, DIY bahkan nasional.

Pembina kontingen OPSI perwakilan DIY, Zaenal Abidin menilai, penelitian yang digarap siswa asal Gunungkidul tersebut tergolong unik dan menarik. Selain itu berdasarkan lanjutnya, belum pernah ada sekaliber pelajar yang meneliti perihal arah kiblat.

“Kalau sekaliber mahasiswa pernah ada, tetapi untuk penelitian serupa yang digarap dan murni hasil karya pelajar baru kali ini,” ungkapnya.

Sumber : http://www.harianjogja.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s